Pilih Mana, Hitung PPh 21 Pakai Cara Manual atau Software?

Cara Hitung PPh 21 – Setiap HR memproses gaji karyawan, perusahaan juga akan memproses pajak penghasilan atau dikenal sebagai PPh 21. Pajak penghasilan ini dipotong setiap bulannya dari gaji karyawan. Akan tetapi, karyawan tidak perlu menyerahkannya kepada Direktorat Jenderal Pajak setiap bulan. Pihak perusahaan akan membantu untuk memproses dan menyetor pajak PPh 21 kepada pihak terkait.

Namun, memproses dan mengolah data PPh 21 tidak selalu berjalan mulus. Ada banyak faktor dari karyawan yang membuat perhitungan pajak menjadi rumit, contohnya status pernikahan karyawan atau jumlah tanggungan. Dari situlah banyak kekeliruan dalam perhitungan pajak penghasilan.

Mengandalkan cara manual tentu tidak bisa diandalkan. Kini, perusahaan dapat mengandalkan Payroll Software Cloud  untuk memproses PPh 21. Lalu, apa perbandingannya? Mari simak ulasan di bawah ini!

Kecepatan

Berbagai faktor dari karyawan seperti jumlah tanggungan dan status pernikahan akan berpengaruh terhadap jumlah pajak yang akan dipotong dari penghasilan dan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Tentu saja kondisi atau faktor dari setiap karyawan akan berbeda. Maka, HRD sering dibuat  kerepotan.

Namun, dengan menggunakan Payroll Software Cloud, HRD tidak perlu memusingkan faktor dari karyawan karena Payroll Software Cloud mampu memproses semua data karyawan termasuk perpajakan secara otomatis. Karena berjalan otomatis, perhitungan pajak pun jauh lebih cepat dibandingkan cara manual.

Penyimpanan

Sudah berapa lama Anda pusing kepala karena harus menyimpan dokumen fisik dalam lemari arsip? Perhitungan cara manual tidak men-support sistem penyimpanan. Anda pun dibuat pusing kepala karena banyaknya dokumen yang harus disimpan dan diolah.

Berbeda dengan Payroll Software Cloud yang mampu menyimpan semua data penggajian dan perpajakan karyawan dalam satu sistem terpusat. Karena hal ini juga, Anda sudah tidak perlu lagi mengandalkan kertas atau dokumen fisik untuk menyimpan dokumen.

Keamanan

Keamanan dan kerahasiaan data karyawan menjadi hal penting lain yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan. Sebab, data karyawan rentan sekali mengalami manipulasi atau penyalahgunaan. Sayangnya cara manual tidak mensupport keamanan dan kerahasiaan data karyawan.

Karena berbasis cloud, Payroll Software Cloud punya sistem keamanan yang lebih ketat dibandingkan cara manual soal penyimpanan data karyawan. Setiap orang yang harus mengakses data karyawan mempunyai username dan password masing-masing. Keamanan dan kerahasiaan data pun jauh lebih terjamin.

Contoh Payroll Software Cloud yang banyak digunakan oleh perusahaan adalah LinovHR. Hal ini didukung fitur dan tampilan yang mudah digunakan di dalam Payroll Software Cloud. Dengan begitu, HRD tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi menggunakan software. Alhasil, HRD pun bisa menyelesaikan tugasnya yang lain dan memerlukan fokus lebih detail.

Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perhitungan pajak penghasilan lebih mudah dilakukan dengan menggunakan software. Selain lebih cepat dan akurat, implementasi Payroll Software Cloud juga dinilai lebih aman dan praktis. HRD tidak perlu lagi memusingkan berbagai faktor yang mempengaruhi perhitungan pajak penghasilan.

Tinggalkan komentar