34 Pakaian Adat Indonesia dan Hal Menarik Lainnya

JogjaLib.net – Dalam beberapa kesempatan, Joko Widodo yang merupakan presiden ke-7 Indonesia menggunakan pakaian adat Indonesia. Tengok saja saat perayaan HUT Indonesia tahun 2018 yang lalu. Sosok yang kerap disapa Bapak Jokowi ini mengenakan pakaian adat Aceh. Sementara Ibu Iriana mengenakan pakaian adat khas Minangkabau.

Memang saat itu Bapak Jokowi dan Ibu Iriana tidak mengenakan pakaian adat yang berasal dari daerah yang sama. Tetapi ini justru menunjukkan bahwa Indonesia sangat kaya dengan pakaian adat. Dan setiap pakaian dari daerah-daerah tersebut mempunyai nama serta ciri khas masing-masing.

Bahkan ada juga diantaranya yang begitu populer di Indonesia, unik hingga sarat dengan dengan nilai sejarah. Berikut informasi lebih lengkapnya.

Definisi Singkat Pakaian Adat

Sebelum menyinggung langsung sejumlah informasi yang berkaitan dengan pakaian adat, mari sebaiknya simak dulu apa arti dari pakaian adat itu sendiri.

Menurut beberapa informasi, pakaian adat atau yang biasa disebut dengan baju adat dan baju tradisional ini ialah pakaian yang mempunyai ciri khas tertentu dan dijadikan sebagai identitas dari suatu daerah.

Jumlah Suku di Indonesia Berdampak pada Beragamnya Pakaian Adat

Adapun daerah-daerah yang ada di bawah naungan nama Indonesia, dihuni oleh berbagai suku bangsa. Dan banyaknya suku bangsa yang ada memberikan dampak langsung pada beragamnya pakaian adat.

Pakaian adat ini bahkan bisa dijadikan salah satu cara untuk melihat suku bangsa tertentu, karena tiap-tiap suku menyematkan ciri khas pada pakaian adatnya masing-masing. Sekalipun terdapat kemiripan, ini biasanya hanya merupakan bentuk adaptasi dari suatu kebudayaan ke kebudayaan yang lainnya.

Nama Pakaian Adat dari Berbagai Provinsi di Indonesia

Selain mempunyai ciri khas, pakaian adat ini juga mempunyai nama yang berbeda-beda. Di bawah ini adalah nama pakaian adat 34 provinsi yang ada di Indonesia, mari disimak.

  1. Pakaian Adat Ulee Balang dari Nanggro Aceh Darussalam
  2. Pakaian Adat Ulos dari Sumatera Utara
  3. Pakaian Adat Bundo Kanduang dari Sumatera Barat
  4. Pakaian Adat Melayu dari Riau
  5. Pakaian Adat Teluk Belanga dari Kepulauan Riau
  6. Pakaian Adat Melayu Jambi dari Jambi
  7. Pakaian Adat Aesan Gede dari Sumatera Selatan
  8. Pakaian Adat Paksian dari Bangka Belitung
  9. Pakaian Adat Bengkulu dari Bengkulu
  10. Pakaian Adat Yulang Bawang dari Lampung
  11. Pakaian Adat Betawi dari DKI Jakarta
  12. Pakaian Adat Kebaya dari Jawa Barat
  13. Pakaian Adat Pangsi dari Banten
  14. Pakaian Adat Kebaya dari Jawa Tengah
  15. Pakaian Adat Kasatrian dari Yogyakarta
  16. Pakaian Adat Pesaan dari Madura Jawa Timur
  17. Pakaian Adat Tradisional Bali dari Bali
  18. Pakaian Adat Lombok dari Nusa Tenggara Barat
  19. Pakaian Adat Ti’l Langga dari Nusa Tenggara Timur
  20. Pakaian Adat Perang dari Kalimantan Barat
  21. Pakaian Adat Rompi Sangkarut dari Kalimantan Tengah
  22. Pakaian Adat Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lutut dari Kalimantan Selatan
  23. Pakaian Adat Ta’a dan Sapei Sapaq dari Kalimantan Timur
  24. Pakaian Adat Ta’a dan Sapei Sapaq dari Kalimantan Utara
  25. Pakaian Adat Papua dari Papua
  26. Pakaian Adat Ewer dari Papua Barat
  27. Pakaian Adat Billu dan Mukuta dari Gorontalo
  28. Pakaian Adat Suku Tolaki dari Sulawesi Tenggara
  29. Pakaian Adat Nggembe dari Sulawesi Tengah
  30. Pakaian Adat Lipaq Saqbe Mandar dari Sulawesi Barat
  31. Pakaian Adat Laku Tepu dari Sulawesi Utara
  32. Pakaian Adat Baju Cele dari Maluku
  33. Pakaian Adat Manteren Lemo dari Maluku Utara
  34. Baju Bodo dari Sulawesi Selatan

Dari 34 provinsi yang telah disebutkan di atas, beberapa diantaranya ada yang mempunyai lebih dari 1 pakaian adat. Hal ini dikarenakan dalam provinsi tersebut dihuni oleh beberapa suku sekaligus. Namun biasanya yang lebih ditonjolkan adalah pakaian dari suku yang mendominasi, di samping pertimbangan-pertimbangan lain tentunya.

Makanya jangan heran jika pada penjelasan-penjelasan selanjutnya, kamu menemukan beberapa nama pakaian adat yang berbeda, sekalipun berasal dari daerah yang sama.

10 Pakaian Adat Indonesia yang Populer di Tanah Air

Dari berbagai pakaian adat yang telah disebutkan di atas, ternyata ada diantaranya yang begitu populer di tanah air. Adapun pakaian adat yang populer tersebut ialah sebagai berikut.

  1. Pakaian Adat Papua

Pakaian Adat Papua
Pakaian Adat Papua

Seperti yang sudah diketahui, pakaian adat satu ini namanya adalah Ewer. Pakaian ini begitu populer dengan kesederhanaannya, dimana bahannya dibuat dari bahan alami yang juga diolah dengan cara sederhana. Bahan yang dimaksud adalah jerami kering.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, Ewer ini juga turut terpengaruh oleh modernisasi sehingga sekarang sudah terdapat tambahan kain di bagian atasnya. Sementara pada wanita, bagian rok Ewer dibuat dari serat tumbuhan yang dirangkai menggunakan tali atas.

Dari pakaian adat ini pula, nantinya bisa dibedakan antara wanita yang telah menikah dan wanita yang masih lajang atau belum menikah.

  1. Pakaian Adat Kalimantan Utara

Pakaian Adat Kalimantan Utara
Pakaian Adat Kalimantan Utara

Lanjut ke pakaian adat Indonesia paling populer yang kedua yaitu dari Kalimantan Utara. Provinsi ini pada dasarnya dihuni oleh Suku Dayak. Dan karena lokasinya yang begitu berdekatan dengan Kalimantan Timur, jadilah Kalimantan Utara ini mendapat pengaruh dari budaya provinsi tetangga tersebut.

Termasuk dalam hal baju tradisionalnya. Baju tradisional antara kedua provinsi tersebut begitu mirip karena mempunyai banyak kesamaan. Bahkan namanya juga sama yaitu Ta’a dan Sapei Sapaq.

Ta’a ini adalah pakaian adat untuk perempuan. Dibuat dari kain beludru berwarna hitam dan ditambah dengan manik-manik sebagai hiasannya. Bagian atasannya seperti rompi. Dan bawahannya adalah rok yang mempunyai warna dan motif sama.

Pakaian ini sangat kental dengan nuansa warna yang mencolok. Kemudian pada rompinya tedapat rumai dengan warna yang sama pula. Sementara Sapei Sapaq adalah pakaian untuk laki-laki. Pakaian ini mirip dengan Ta’a, cuma bagian bawahannya hanya berupa gulungan selendang yang menyerupai celana dalam.

Untuk sekarang, bawahan ini telah diganti dengan celana pendek yang berwarna hitam, karena bentuk celana dalam itu tampak kurang elok dipandang. Untuk pelengkap, pada Sapei Sapaq ini ada kalung dari bahan-bahan alam, perisai perang dan mandu yang diselipkan di pinggang.

  1. Pakaian Adat Yogyakarta

Pakaian Adat Yogyakarta
Pakaian Adat Yogyakarta

Kemudian ada pakaian adat dari Yogyakarta. Tidak heran jika pakaian adat ini begitu populer karena memang sering sekali dipakai dalam berbagai acara resmi terutama pernikahan. Bajunya sendiri dinamakan dengan dodotan. Dodotan ini dilengkapi kain dodot bermotif smene raja ukuran 5 meter.

Adapun untuk tata riasnya sendiri menggunakan Paes Ageng. Bagian dahi wanitanya akan dihias dengan pola warna hitam. Pinggiran hiasan hitam tersebut akan dihiasi dengan warna emas.

Pada pengantin pria, mereka mengenakan kuluk, cunduk mentul dan ukel ngore. Pakaian pria ini juga cukup rumit, namun setiap bagiannya mempunyai filosofi tersendiri. Selain dalam upacara pernikahan, pakaian adat yang biasa dipakai untuk sehari-hari ialah surjan untuk laki-laki dan kebaya untuk wanita.

Pakaian tersebut akan dilengkapi dengan blangkon sebagai penutup kepala pria. Sementara wanita akan dilengkapi dengan sanggul sebagai hiasan rambutnya. Adapun untuk bawahannya dikenakan kain tapih batik yang khas dari Yogyakarta.

  1. Pakaian Adat DKI Jakarta

Pakaian Adat DKI Jakarta
Pakaian Adat DKI Jakarta

Pakaian adat lain yang juga begitu populer di Indonesia ialah dari DKI Jakarta. Pakaian adat ini berbau khas suku Betawi. Ada juga diantaranya yang dipakai saat acara pernikahan yang bernama Care None dan Care Haji.

Pihak pria nantinya akan mengenakan baju dari bahan beludru halus dengan model seperti baju koko. Baju ini akan dilengkapi dengan penutup kepala yang disebut Alpie dan untuk alas kaki digunakan sepatu pantofel.

Sementara pengantin wanita akan mengenakan pakaian dari bahan kain satin halus. Pakaian tersebut kental dengan nuansa Cina. Bagian bawahannya berupa rok yang berwarna gelap dengan model duyung. Dan untuk membuat penampilan jadi lebih anggun, digunakan sanggul pada bagian kepala.

  1. Pakaian Adat Banten

Pakaian Adat Banten
Pakaian Adat Banten

Pakaian Adat dari Banten juga turut menambahkan daftar baju tradisional yang populer di Indonesia. Pakaian ini terbagi menjadi dua sesuai dengan peruntukannya. Yang pertama ialah untuk acara pernikahan, dan yang satunya lagi saat melakukan atraksi pencak silat.

Untuk yang dipakai di acara pernikahan, ini mirip seperti pakaian adat Sunda. Pada pria, baju yang akan dikenakan ialah baju koko, kain batik lengkap dengan selendang yang dipasang di bagian pinggang. Baju tersebut nantinya akan dilengkapi dengan penutup kepala.

Sementara pada wanitanya cenderung sederhana. Baju yang dipakai ialah kebaya dan untuk kepala, diberikan hiasan kembang goyang. Kemudian untuk pakaian yang dipakai saat atraksi pencak silat, namanya adalah pangsi. Baju ini mempunyai desain yang tanpa kerah dan dilengkapi dengan selendang dan pengikat kepala.

  1. Pakaian Adat Bengkulu

Pakaian Adat Bengkulu
Pakaian Adat Bengkulu

Pakaian Adat dari Bengkulu juga termasuk dalam pakaian adat yang begitu populer. Seperti namanya, yaitu Melayu Bengkulu, baju adat satu ini mempunyai nuansa yang khas Melayu. Nuansa tersebut ada karena memang masih terdapat sedikit percampuran dengan bangsa Melayu.

Baju ini bersulamkan emas yang dilengkapi dengan mahkota untuk dipakai di bagian kepala. Pada wanita, bajunya berupa baju kurung yang dibuat dari bahan beludru. Bagian bawahnya berupa rok.

Sementara pada pria, bajunya seperti jas dengan bawahan berupa celana dan sarung. Baju adat tersebut sekarang dipakai hanya pada saat seseorang menikah saja.

  1. Pakaian Adat Sumatera Selatan

Pakaian Adat Sumatera Selatan
Pakaian Adat Sumatera Selatan

Selanjutnya ada pakaian adat dari Sumatera Selatan. Sumatera Selatan ini adalah tempat dimana kerajaan Sriwijaya berdiri. Makanya tidak heran jika pakaian adat yang ada di sana cenderung menampilkan keagungan dan keanggunan kerajaan.

Baju adat dari Sumatera Selatan ini begitu mewah dan tampak mempesona. Warna dasarnya merah dan biasa dipakai untuk acara pernikahan adat. Kesan mewan baju lebih diperkuat lagi dengan adanya berbagai aksesoris pendampingnya.

  1. Pakaian Adat Lampung

Pakaian Adat Lampung
Pakaian Adat Lampung

Lebih lanjut lagi, ada pakaian adat dari Lampung. Memang saat ini Lampung sudah dihuni oleh penduduk yang begitu heterogen serta terdiri atas berbagai lapisan masyarakat. Akan tetapi, masyarakat Lampung yang benar-benar asli juga masih banyak dan ini berdampak pada baju adatnya yang masih lestari hingga kini.

Pakaian adat tersebut masih biasa dipakai saat acara-acara tertentu termasuk dua diantaranya ialah acara pernikahan adat dan penyambutan tamu agung. Pakaian tradisional tersebut warnanya putih dengan ukuran lengan yang panjang. Pada laki-laki bagian bawahannya berupa celana panjang.

Sementara untuk perempuan, bagian bawahan ini tampak seperti rok namun begitu mewah. Disamping mengenakan atasan dan bawahan, penampilan ini dilengkapi dengan selendang. Ada pula aksesoris berupa kalung dan mahkota yang membuat pemakainya menjadi lebih anggun.

  1. Pakaian Adat Sumatera Utara

Pakaian Adat Sumatera Utara
Pakaian Adat Sumatera Utara

Pakaian adat yang populer di tanah air selanjutnya ialah dari Sumatera Utara. Pada dasarnya, provinsi yang berada di daerah barat Indonesia ini dihuni oleh berbagai suku. Namun, suku yang dominan dan begitu menonjol ialah Suku Batak. Karenanya, kain tenun begitu terkenal di sini, dan namanya adalah kain Ulos.

Kain Ulos ini selalu ada di berbagai acara adat. Kendati demikian, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Sumatera Utara juga mempunyai sejumlah pakaian adat lain yang disebut dengan Sibolang Pamontari, Situlo Tuho Nagok, Ragi Idup, Sitolu Tuho Boolean dan masih banyak lagi.

  1. Pakaian Adat Aceh

Pakaian Adat Aceh
Pakaian Adat Aceh

Yang terakhir dalam daftar 10 pakaian adat yang populer di Indonesia ialah dari Aceh. Daerah yang sering disebut sebagai Serambi Mekah ini mempunyai pakaian adat yang bernama Ulee Balang.

Dahulunya, Ulee Balang hanya dikenakan oleh bangsawan. Hal ini dikarenakan bahannya begitu mewah yang dilengkapi dengan sulaman emas. Di samping itu, aksesoris yang melengkapinya juga adalah logam mulia asli.

Ulee Balang yang untuk laki-laki namanya adalah Linto Baro. Sementara Ulee Balang yang untuk perempuan, namanya adalah Daro Baro. Baju-baju tersebut mempunyai desain yang sangat cantik. Baik Linto Baro maupun Daro Baro sama-sama dilengkapi dengan sarung.

Saat ini, Ulee Balang tersebut biasa dipakai untuk resepsi pernikahan. Karena dahulunya hanya dikenakan oleh bangsawan dan dibuat dari bahan-bahan istimewa, Ulee Balang ini akan membuat pasangan pengantin tampak begitu glamour.

Pakaian Adat Indonesia yang Unik dan Sarat dengan Nilai Sejarah

Selain ada 10 pakaian adat yang populer seperti daftar di atas, ada juga pakaian adat yang begitu unik serta sarat dengan nilai sejarah. Adapun baju adat yang dimaksud ialah sebagai berikut.

  1. Pakaian Adat Papua

Pakaian Adat Papua
Pakaian Adat Papua

Yang pertama ialah pakaian adat dari Papua. Masyarakat Papua adalah masyarakat yang cenderung bergantung pada alam. Bahkan termasuk dalam hal pakaian. Makanya, pakaian tradisional yang ada ialah rok rumbai-rumbai yang dirajut dari tanaman.

Sebagai hiasan kepala, biasanya digunakan gigi anjing, kerang, anyaman daun sagu atau bulu burung kasuari.

Pada kaum pria, ada pakaian yang dinamakan dengan koteka. Koteka ini dibuat dari labu yang memang khas dari dataran Papua. Kebanyakan dari mereka tidak mengenakan atasan dan hanya menutupi area dadanya dengan tato, yang merupakan bukti kebanggaan terhadap sukunya.

  1. Pakaian Adat Yogyakarta

Pakaian Adat Yogyakarta
Pakaian Adat Yogyakarta

Yang kedua ialah pakaian adat dari Yogyakarta. Seperti yang kamu tahu, pakaian adat dari daerah istimewa ini begitu umum digunakan saat pernikahan. Jenis pakaiannya sendiri macam-macam coraknya. Ada yang bercorak kasatrian yang kini dipaai saat upacara panggih dan midodareni.

Kemudian ada pakaian dengan corak kasatrian ageng. Ada juga corak Yogya putrid, Paes Ageng Jangan Menir dan Paes Ageng Corak Kebesaran.

  1. Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Pakaian Adat Sulawesi Selatan
Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Selanjutnya ada pakaian dari Sulawesi Selatan yang disebut dengan Baju Bodo. Baju Bodo adalah pakaian adat yang memang resmi untuk provinsi terbesar di Indonesia Timur ini. Bukan tanpa alasan, tetapi karena baju bodo dikenal sebagai pakaian tradisional pertama yang dikenal oleh masyarakat di sana.

Hal ini sudah tercantum dalam kitab animisme dan dinamisme nenek moyang, yakni Kitab Patuntung. Baju Bodo itu sendiri ialah baju yang dibuat dari kain muslin transparan dan tipis. Lengannya pendek dan pemakaiannya dipasangkan dengan sarung. Sarung ini dililitkan pada pinggang.

Umumnya, warna baju bodo adalah terang dan cerah. Dan untuk ini, ada aturan khususnya. Yaitu, untuk anak perempuan yang usianya 17 – 25 tahun, warna baju yang dapat dikenakan adalah merah.

Sementara anak yang usianya masih 10 – 14 tahun, warna baju yang dapat dikenakan adalah merah dan jingga. Kemudian untuk perempuan dari kalangan bangsawan, warnanya hijau.

  1. Pakaian Tradisional Kalimantan Barat

Pakaian Tradisional Kalimantan Barat
Pakaian Tradisional Kalimantan Barat

Pakaian adat yang selanjutnya ialah dari Kalimantan Barat. Pakaian ini, untuk yang laki-laki dinamakan dengan King Baba. Sementara untuk yang perempuan dinamakan dengan King Bibinge. Baik King Baba maupun King Bibinge sama-sama dibuat dari kulit kayu kapuo atau ampuro.

Kulit kayu tersebut awalnya akan dipukul-pukul dalam air sampai tersisa seratnya saja. Setelah itu, bahan ini akan dijemur lalu dihias sesuai dengan simbol khas Dayak, baru kemudian dibentuk menjadi baju. Baju itupun berupa rompi tanpa lengan.

Namun untuk perempuan, baju tersebut terdiri dari stagen, atasan serta kain bawahan. Dan perhiasannya terdiri atas gelang, kalung dan hiasan kepala yang dibuat dari bulu burung enggang.

  1. Pakaian Adat Sumatera Barat

Pakaian Adat Sumatera Barat
Pakaian Adat Sumatera Barat

Selanjutnya ada pakaian adat dari Sumatera Barat. Pakaian ini mempunyai nuansa yang begitu glamor. Ciri khasnya terletak pada bagian penutup kepala wanita yang bentuknya adalah tanduk kerbau. Ini dinamakan dengan Bundo Kanduang atau Limpapeh Rumah nan Gadang.

Untuk pakaian prianya sendiri, dinamakan dengan pakaian penghulu. Dan sesuai dengan namanya tersebut, pakaian ini dikenakan oleh tetua adat.

Biasanya, pakaian Bundo Kanduang digunakan dalam upacara adat atau upacara perkawinan. Adapun perlengkapannya terdiri atas gelang, kalung, selempang, sarung, baju batabue dan tengkuluk.

  1. Pakaian Tradisional Jawa Barat

Pakaian Tradisional Jawa Barat
Pakaian Tradisional Jawa Barat

Kemudian ada pakaian tradisional dari Jawa Barat. Pakaian ini sebenarnya terbagi menjadi beberapa jenis yang disesuaikan dengan strata sosial masyarakat. Hanya saja sekarang sudah tidak demikian lagi. Sebagai gantinya, pakaian tradisional yang begitu populer dari provinsi ini adalah kebaya untuk kaum wanita.

Pastinya, kebaya dari Jawa Barat berbeda dengan kebaya yang berasal dari daerah lain. Dalam pemakaiannya, kebaya ini akan dipadukan dengan kain batik dan ikat pinggang. Tetapi bila digunakan untuk acara pernikahan, masih dilengkapi dengan mahkota siger dan kembang goyang.

Sementara untuk kaum pria, baju yang dikenakan mempunyai model seperti jas dengan kerah. Jas ini dinamakan dengan takwa. Untuk bagian bawahannya, digunakan celana panjang yang kemudian dihias dengan kain batik. Untuk kepala, digunakan penutup bendo.

  1. Pakaian Adat Aceh

Pakaian Adat Aceh
Pakaian Adat Aceh

Tak hanya dikenal sebagai pakaian yang populer, pakaian adat dari Aceh juga dikenal unik dan mempunyai nilai sejarah. Berdasarkan informasi, pakaian ini telah dikenakan oleh masyarakat lokal sejak masa Kerajaan Samudera Pasai.

Dan dahulu, pakaian bernama Ulee Balang juga hanya dikenakan oleh keluarga kerajaan dan ulama saja. Untuk saat ini, pakaian ini banyak digunakan oleh pasangan pengantin.

Pakaian Adat Indonesia Tidak Boleh Hilang dan Harus Dilestarikan

Begitu beragamnya pakaian adat Indonesia, sampai ada diantaranya yang populer dan terkenal karena bentuknya begitu unik. Ini merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang sayang sekali jika sampai hilang ditelan perkembangan zaman.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan generasi muda untuk menjaga kelestarian pakaian adat ini. Diantaranya ialah dengan menggunakannya saat menghadiri acara-acara spesial. Misalnya, upacara hari tertentu, saat lebaran ataupun saat menghadiri pernikahan.

Kenapa harus dipakai? Karena sejatinya pakaian adat itu memang ada untuk digunakan. Bukan hanya diperkenalkan pada generasi penerus atau orang asing saja. Apalagi sekarang banyak desainer yang telah membuatnya menjadi lebih modern.

Tentunya, apabila kamu mengenakannya, kamu tidak akan kelihatan kuno atau ketinggalan zaman.

-- ADVERTISEMENT --

Leave a Comment