Variasi Pakaian Adat Jawa, Bagian Dari Kekayaan Indonesia

JogjaLib.net – Sebagai bagian dari negara Indonesia, Pulau Jawa juga dikenal sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan kebudayaannya. Tradisi dan kebudayaan tersebut masih berusaha dilestarikan sampai sekarang. Dan dalam pelaksanaannya, seringkali dikenakan pakaian adat.

Pakaian adat untuk masing-masing provinsi di Pulau Jawa itu berbeda meskipun berada di daratan yang sama. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh sejarah nenek moyang, lingkungan dan juga adat yang berlaku di daerah masing-masing. Adapun penjelasan lebih lengkap mengenai baju adat Jawa adalah sebagai berikut.

Hal yang Menarik dari Pakaian Adat Jawa

Sebelum berbicara mengenai pakaian adat Jawa untuk masing-masing provinsi, perlu diketahui bahwasanya pakaian adat ini menyimpan sejumlah fakta menarik. Diantaranya ialah identik dengan batik. Umumnya, batik ini akan dikenakan sebagai bawahan yang kemudian dipadukan dengan atasan berupa kebaya atau beskap.

Dahulu, batik ini hanya dikenakan oleh petinggi kerajaan. Namun sekarang, batik sudah lebih memasyarakat dan dapat dikenakan oleh siapa saja. Sementara kebaya itu sendiri adalah pakaian untuk wanita dan beskap adalah pakaian untuk pria.

Kebaya ini konon berasal dari negeri China yang dibawa oleh orang Tiongkok saat mereka melakukan migrasi ke Indonesia sekitar abad 13 – 16 Masehi. Dari Tiongkok, kebaya kemudian mengalami akulturasi sehingga kini menjadi salah satu pakaian adat Indonesia.

Meskipun secara umum pakaian adat Jawa ini terdiri atas batik, beskap dan kebaya, namun sekali lagi masing-masing provinsi mempunyai ciri khas masing-masing. Dan itu seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Pakaian Adat dari Jawa Barat

Pakaian Adat Jawa Barat
Pakaian Adat Jawa Barat

Mulai dari yang pertama, yaitu pakaian adat Jawa Barat. Dahulunya, pakaian adat yang dikenakan oleh masyarakat Jawa Barat ini dibeda-bedakan, salah satunya sesuai dengan strata sosial. Lebih lengkapnya sebagai berikut.

  • Masyarakat Kalangan Bawah

Untuk laki-laki yang berasal dari kalangan bawah, pakaian ini terdiri atas celana komprang atau celana pangsi. Celana tersebut dilengkapi dengan kain biasa sebagai ikat pinggang, tetapi kadang juga menggunakan sabuk kulit.

Kemudian untuk atasnya hanya berupa baju salontreng biasa dan bagian bahunya diberi sarung yang diselempangkan dengan cara biasa pula. Penampilan tersebut dilengkapi dengan ikat logen sebagai penutup kepala.

Sementara pakaian adat untuk wanita, terdiri atas kebaya, kamisol, ikat pinggang (beuber), kain batik panjang (sinjang kebat) serta selendang batik. Dan untuk perhiasannya hanya terdiri dari ali meneng atau cincin polos, geulang akar bahar atau gelang akar bahar, suweng pelenis atau giwang bundar dan hiasan rambut.

  • Masyarakat Kalangan Menengah

Untuk laki-laki dari kalangan menengah, mereka menggunakan baju yang mempunyai belahan untuk bagian atasnya. Adapun bagian bawahnya menggunakan kain batik. Perpaduan ini kemudian akan dilengkapi dengan ikat kepala.

Untuk wanitanya, mereka menggunakan kebaya sebagai atasan dan kain batik sebagai bawahannya. Baju adat ini juga akan dilengkapi dengan sejumlah aksesoris yang berupa cincin, gelang serta kalung yang semuanya itu dibuat dari bahan berupa perak atau emas.

  • Masyarakat dengan Ekonomi Tinggi

Untuk masyarakat yang berasal dari kalangan ekonomi tinggi, pakaian yang dikenakan biasanya mempunyai desain yang terbilang rumit namun bagus dipandang. Kaum laki-laki biasanya akan mengenakan jas tutup dengan bahan beludru hitam yang disulam menggunakan benang emas sampai ujung lengan.

Kemudian ada celana panjang dengan motif rengreng parang rusak lengkap dengan kain dodotnya. Ada sabuk yang dibuat dari emas, alas kaki berupa selop dan penutup kepala berupa bendo.

Sementara untuk wanita, pakaian tersebut terdiri atas kebaya beludru hitam yang juga disulam dengan benang emas serta kain kebat motif rereng. Untuk alas kakinya ialah selop yang berbahan beludru hitam ditambah dengan manik-manik.

Sementara perhiasannya ialah sanggul, kalung, peniti rantai, bros, giwang, cincin, gelang keroncong dan sejumlah perhiasan lain yang juga tampak mewah.

Baca juga : Pakaian Adat Bali

Pakaian Adat dari Jawa Tengah

Pakaian Adat Jawa Tengah
Pakaian Adat Jawa Tengah

Selanjutnya ialah pakaian adat yang berasal dari Jawa Tengah. Sekedar informasi, baju adat Jawa Tengah wanita dan pria mempunyai nama serta motif yang berbeda, seperti yang dijelaskan di bawah ini.

  • Jawi Jangkep

Yang pertama ialah Jawi Jangkep. Pakaian ini merupakan pakaian khusus untuk kaum pria dan memang resmi berasal dari Jawa Tengah. Adapun Jawi Jangkep ini terdiri dari baju beskap bermotif bunga sebagai atasan dan kain jarik sebagai bawahan.

Kain jarik tersebut akan dililitkan pada ikat pinggang. Kemudian untuk aksesoris pelengkapnya terdiri atas blangkon penutup kepala, bunga melati sebagai kalung, alas kaki dan keris yang diselipkan pada pinggang.

  • Kebaya

Kebaya ini adalah pakaian adat khusus untuk wanita yang terdiri dari atasan berupa kain kemben, kain tapih pinjung, stagen dan kebaya itu sendiri. Sementara untuk bagian bawahnya berupa kain jarik. Untuk aksesoris rambut, terdapat konde yang dihias dengan bunga melati di bagian ujungnya.

Dan untuk memperindah penampilan, akan ditambahkan kipas, subang, gelang, kalung dan cincin. Semua hal tersebut pemakaiannya harus diatur sedemikian rupa supaya nanti bisa sesuai dengan status sosial orang yang memakainya.

  • Surjan dan Beskap

Selanjutnya ada surjan dan beskap. Pakaian adat ini juga merupakan pakaian adat untuk laki-laki dan hingga saat ini masih dipakai oleh pegawai di beberapa instansi di Yogyakarta. Surjan mempunyai lengan yang panjang dan kerah yang tegak.

Sementara untuk beskap, desainnya mirip seperti jas, namun lebih identik dengan warna hitam dan terdapat penyangga di bagian bahunya.

  • Kanigaran

Jika hendak diperhatikan, kanigaran ini sebenarnya sering dipakai oleh pengantin suku Jawa. Berdasarkan informasi, konon katanya kanigaran ini dulu hanya boleh dipakai oleh raja dan permaisurinya. Busananya sendiri identik dengan atasan yang berwarna hitam dan dihiasi oleh bunga berwarna emas.

  • Batik

Bisa dikatakan batik ini lebih populer dibandingkan dengan pakaian adat yang lainnya. Batik ini sering dipadu-padankan dengan pakaian adat lain. Siapapun juga bisa mengenakannya, mulai dari anak-anak sampai dewasa.

  • Basahan

Kalau pakaian yang satu ini, biasa dipakai oleh pengantin. Pengantin yang mengenakannya nanti akan dikenakan aneka macam aksesoris yang dibuat dari kuningan. Roknya sendiri berupa lilitan kain yang sangat banyak. Dan bagian wajahnya juga diberi make up.

Pakaian Adat dari Jawa Timur

Pakaian Adat Jawa Timur
Pakaian Adat Jawa Timur

Dari pakaian adat Jawa Tengah, langsung beralih ke Jawa Timur. Pakaian adat Jawa Timur ini cenderung sederhana, dimana menurut ajaran nenek moyang menyimbolkan nilai-nilai kesopanan. Pada wanita, pakaian yang dikenakan terdiri dari atasan yang berupa kebaya dan jarik sebagai bawahannya, kemudian bahunya diberi selendang.

Sementara untuk laki-laki, pakaian adatnya terdiri dari baju beskap sebagai atasan dan sarung batik sebagai bawahannya. Untuk penutup kepala digunakan udeng. Tentunya, pakaian adat ini sedikit berbeda dengan pakaian adat Madura. Sebenarnya Madura sendiri masih termasuk dalam wilayah Jawa Timur.

Namun masyarakatnya mempunyai pakaian adat sendiri yang identik dengan warna cerah, merah misalnya. Pakaian tersebut kemudian dikenal sebagai pesa’an, dimana pada laki-laki terdiri dari atasan berupa kaos loreng dengan warna merah putih.

Kaos tersebut masih dilapisi oleh baju luaran yang berwarna hitam dan longgar. Kemudian untuk bawahannya berupa celana berwarna hitam Sementara pada wanita, pakaian adat ini berupa kebaya sebagai atasan dan jarik sebagai bawahannya.

Bagaimana? Pakaian adat Jawa sungguh unik dan bervariasi bukan? Tanpa perlu dijelaskan lebih jauh lagi, berbagai pakaian adat Jawa tersebut adalah bagian dari kekayaan Indonesia yang pastinya harus dijaga kelestariannya. Terutama oleh para generasi muda.

Dengan begini, pakaian-pakaian adat tersebut tidak akan tenggelam oleh zaman. Dan generasi-generasi yang akan datang nanti juga bisa mengenali pakaian adat yang ada di negaranya.

Kesimpulan

Semoga informasi mengenai pakaian adat Jawa ini memberikan informasi yang lengkap dan jelas bagi kamu. Jika dirasa informasi ini kurang lengkap, kamu bisa komen dan kami akan segera melakukan update materi.

Summary
Review Date
Reviewed Item
Pakaian Adat Jawa
Author Rating
51star1star1star1star1star

Leave a Comment